Sulawesi, which was formerly known as Celebes, is an island with a very beautiful sea-shore and mountainous scenery. The area is 227.00 km2, just a little smaller than the whole land of England and Scotland. With long and narrow peninsulas, it takes the shape of an orchid flower. There is no land spot more than 90 km from the seashore. This gives the island a long beach-line.
Geographically, the strait of Sulawesi (Makassar), is known as the Wallace Line, which separates two different kinds of faunas, between the eastern and western part of Indonesia. It has specific flora and fauna such as Ebony wood, deer, and Maleo birds which have large eggs. This island has been inhabited by people for about 30.000 years. Evidences can be found in caves near the limestone hills not far from Maros, -a town about 30 km north east of Makassarthe capital of South Sulawesi province. There is a possibility that the oldest civilization on this island was in Wallanae Valley, a place between Soppeng and Sengkang where tools made of pebble have been found. Fossils from the extinct species of pig, deer, and elephants were also found around this area. During the golden ages of spice trade from the 15 th until the 19th century, South Sulawesi played a role as the gate to the Mollucan Islands, the lands of spices.
The mighty kingdoms of Makassar and Bone, as mentioned in the history of Eastern Indonesia, played an important role in trading and political field. South Sulawesi is inhabited by three main ethnic groups : Bugis, Makassar, and Toraja. The people of the first three ethnics have been known as patriotic and brave sailors during and after the wars. With the traditional sailing boats, they sailed across the seas of Indonesia, to the northern part of Australia, to a number of islands in the Pasific Ocean and to the African Coast. Toraja people are also famous for their specific culture; the traditional death ceremony, traditional houses with arch-shaped roofs and beautiful carvings with natural colors are known throughout Indonesia.
The geography of South Sulawesi has created very interesting cultural instruments. One can see and enjoy the uniqueness of the cultures such as ceremonials, traditional dances, carvings, beautiful weaving from cotton and silk, and the fascinating tropical scenery.
Source: http://celebes-tourism.com/index.php?option=com_content&view=article&id=82&Itemid=95
Home » All posts
A day, A Story
“Hei, kamu yang di belakang… Rambutmu tolong dicukur ya, udah panjang bangat rambutmu tuh. Kamu mahasiswa atau bukan? Dicukur nanti ya. Kamu juga, yang di sebelah sana. Kamu yang itu… Yang ini juga, yang baju merah. Rambutmu pasti panjang, tapi kamu sengaja menyisirnya kesamping…”
Itulah sedikit omelan dari Ibu Ida, dosen kami, yang telah membiarkan kami membuang-buang waktu dengan menunggunya setiap hari Kamis pagi. Hari ini kurang lebih 45 menit waktu terbuang, hingga ia menampakkan wajah innocent-nya di depan pintu kelas kami, dan memulai kuliah hari ini. Namun sebelum masuk pada materi inti, kami telah mendapat sarapan pagi yang tidak enak hari ini, omelan darinya.
Aku yang duduk di samping bagian belakang kelas, tersenyum kecil sambil menundukkan kepala, menyadari bahwa akulah yang disebut oleh Ibu Ida, ‘yang berbaju merah’. Aku sebenarnya sudah berharap sejak tadi semoga Ibu Ida tidak menyebut diriku juga sebagai salah satu penyandang rambut panjang di kelas kami. Tapi apa boleh buat, dewi fortuna kelihatannya tidak ingin berbagi kebaikan denganku hari ini. Ya, memang betul, bahkan lebih dari itu. Hari ini, sejak pagi, aku tidak bersemangat sama sekali. Beberapa hari ini memang aku terserang panas dalam yang dapat kukatakan cukup parah, dibarengi dengan kawan-kawan sebayanya: sariawan, dan sakit tenggorokan. Sudah tiga hari aku kehilangan mood-ku, begitu pula hari ini. Empat kaleng Lasegar telah kuhabiskan namun tak ada sedikit perubahan yang bisa kurasakan. Sungguh menyiksa.
Kuliah belum dimulai, masih terjadi “chatting-chatting segar” antara kami dan Ibu Ida sambil menunggu Danz, ketua kelas kami yang sedang mem-fotocopy materi kuliah yang akan didiskusikan nanti. Ibu Ida terus berceloteh, dan…
“Hei, kamu yang memakai jaket. Tolong dibuka jaketmu ya. Anak kuliah sekarang ada-ada saja.”
Aku yang sejak tadi serius mendengarkan celoteh-celoteh Ibu Ida langsung memalingkan pandangan, menatap kemana omelan Ibu Ida ditujukan. Teman kami, Dhanul, mendapat sarapan pedas yang sama yaitu teguran dari Ibu Ida.
“Iya, Bu”.
Itulah seonggok kata yang keluar dari mulut Dhanul, meyakinkan Ibu Ida bahwa ia akan melepaskan jaketnya. Dari depan pintu, Danz yang sejak tadi ditunggu-tunggu telah muncul dengan gaya ‘lemah gemulainya’, membawa lembaran-lembaran materi untuk kuliah kami. Kuliah hari ini langsung dimulai.
“Hari ini kita akan belajar tentang Men-summarize artikel… Silakan baca atribut-atributnya di bawah, bagaimana men-summarize sebuah paragraf atau artikel.” Ibu Ida menjelaskan.
“Kemudiah lihat contohnya di halaman sebelah..” Lanjut Ibu Ida.
Kuliah Ibu Ida hari ini berlangsung seperti biasa. Tak ada yang fantastis menurutku. Aku hanya menyukai aksen-aksen bahasa Ingrisnya yang sounds so cool. Ibu Ida kadang-kadang membenarkan pengucapan bahasa inggris kami yang salah atau yang over. Over maksudnya bahwa kami kadang-kadang membuat pronounciation yang lebih aneh dari bahasa Inggris yang sebenarnya. Ketika membenarkannya, disitulah ia menampakkan aksen kebarat-baratannya pada kami. And I guess that’s so cool.
Waktu berjalan tak begitu terasa. Ibu Ida akhirnya menutup pertemuannya kali ini, meninggalkan kelas, dan berlalu menghilang dari depan pintu kelas kami. Kami langsung bubar dengan aktifitas masing-masing, sambil menunggu datangnya dosen kedua hari ini, dosen yang lebih cool lagi dengan teori-teori psikologi serta cerita-ceritanya yang selalu membuat kami terpana, ternganga, dan tertawa terbahak-bahak, seperti bahasa gaul orang Barat, “LOL”.
Kuliah hari ini sungguh menyenangkan, namun di sisi lain ada pula hal-hal yang tak menyenangkan. Seperti yang terjadi pada diriku, yang kehilangan mood sejak dari jam pertama, selalu menguap ketika kuliah berlangsung, dan mengantuk. Juga yang terjadi pada teman-temanku, yang mendapat teguran, apalagi yang terjadi pada salah seorang temanku, Ayuni, yang got accident di jalanan dekat kampus tetangga. Ia akhirnya harus menunda kuliahnya hari ini dengan wajah yang tersedu-sedu disertai air mata mengalir di pipinya. Ia pula harus merelakan kulit mulusnya menjadi santapan aspal jalanan hingga menyisakan luka pada kakinya, dan di bagian siku tangannya. Hari ini memang sedikit menyedihkan. Dewi fortuna memang tidak bisa diajak kompromi untuk hari ini. Seperti yang dikatakan Daniel Powter dalam salah satu lirik lagunya, “bad day”. Yah, bad day.
Label:
Art,
Catatan-Catatan,
Story
I can say It the "Whole Love"
Sesuatu yang hadir dan melekat pada pribadi setiap insan di dunia ini. Sesuatu yang pada dasarnya sangat susah untuk dijelaskan...
Cinta. Ya.
Karena begitu susah untuk dimengerti (bagi saya), saya ingin mengemukakan suatu hal tentang cinta, dan saya minta pendapat dan komentar anda tentang itu. (Komen ya...). OK Let's see,
Cinta pada dasarnya berangkat dari perasaan suka/tertarik pada suatu hal. Disimpulkan :
Jika anda jatuh cinta pada seseorang karena anda menyukai wajahnya (dia cantik), berarti sesungguhnya anda hanya mencintai wajahnya saja
Jika anda jatuh cinta pada seseorang karena anda tertarik pada kekayaannya, berarti anda hanya mencintai kekayaannya
Jika anda jatuh cinta pada seseorang karena anda tertarik pada kepribadian/sifatnya (dia orang baik,dsb), berarti anda hanya mencintai kepribadiannya
Jika anda jatuh cinta pada seseorang karena anda tertarik akan kepintarannya, berarti anda sesungguhnya hanya mencintai kepintarannya
and so on....
Mengapa demikian?
Apakah ada orang yang mencintai kencantikan seseorang lantas ia pun mencintai segala hal-hal yang berkaitan dengan pasangannya atau ia bisa mencintai seluruh kehidupan pasangannya? I don't know....
Lebih lanjut saya akan berikan illustrasinya:
- Ada seorang cewek jatuh cinta pad seorang cwok karena cwok tsb punya kendaraan (mobil mewah atau motor), dan cwok ini tampangnya....biasa aja lahh (G' mgkn dibilang jelek),,,standarrrr. Lantas apakah cewek ini mencintai ia sepenuh hati, mencintai segala kehidupan si cwok? Tlg jwb sendiri.
So,,,,,manakah definisi cinta, yang sebenarnya cinta. Apakah anda sudah menemukannya? Jika belum, Stop saying "I'm falling in love with...",,karena anda belum mengerti cinta yang sebenarnya.
JANGAN MEMPERMAINKAN CINTA.
Dimanakah Kejujuran Itu?
Ketika kebenaran dibalut oleh kebohongan yang indah…
Ketika kenyataan ditutupi dengan trik-trik yang sempurna…
Ketika kepedihan sengaja dilumuri dengan kesenangan…
Kejujuran tak berharga lagi…
Dimanakah kejujuran itu?
Makassar, September 2011
Ketika kenyataan ditutupi dengan trik-trik yang sempurna…
Ketika kepedihan sengaja dilumuri dengan kesenangan…
Kejujuran tak berharga lagi…
Dimanakah kejujuran itu?
Makassar, September 2011
Label:
Puisi
Membuat Lirik Lagu ? ? ?
Membuat lirik lagu memang gampang-gampang susah. Bagi saya, membuat lirik itu mudah namun ada juga sebagian orang yang menganggapnya susah. Sehingganya saya menarik kesimpulan bahwa membuat lirik itu gampang-gampang susah. Bagi orang yang mengatakan gampang, menulis lagu itu hanya seperti menulis puisi, bahkan lebih gampang dari itu. Hal ini dikarenakan model lirik sebuah lagu itu bisa bermacam-macam, ada yang membuatnya seperti dengan membuat puisi, yang penuh dengan makna implicit, ada pula yang membuatnya seperti sebuah cerita atau menceritakan kisah, inilah yang saya katakan lebih gampang.
Semua orang pasti bisa membuat puisi, secara otomatis ia pun pasti bisa membuat lirik lagu. Sebagian orang mengatakan susah karena kekurangan “kepandaian bermain kata-kata”, begitu saya menamakannya. Ada juga yang mengatakan sering kali mereka tidak punya ide sama sekali dalam menulis.
Sebenarnya, kesusahan terbesar bagi kita adalah ketika kita membuat nada sebuah lagu, dan mencocokkannya dengan lirik yang telah kita buat. Sebuah lagu akan enak didengar jika nada dan musiknya bagus dan indah. Lirik dan isi pesannya adalah hal kedua dalam penilaian orang-orang. Namun, lirik juga kadang-kadang bisa menjadi hal yang utama karena sebuah lirik dapat mewakili perasaan orang yang mendengarnya. Jika suatu lirik bisa menyentuh kehidupan seseorang, maka orang tersebut akan menyukainya ataupun akan membencinya jika lirik tersebut berkaitan dengan hal yang dibencinya. Misalnya, jika seseorang sedang jatuh cinta dan mendengar sebuah lagu yang isi pesannya bercerita tentang cinta, maka hatinya akan lebih berbunga-bunga dan perasaanya senang. Begitu pula sebaliknya, jika seseorang sedang putus cinta atau sedang bersedih dan ia mendengarkan lagu yang sedih juga, maka ia akan membenci lagu tersebut atau tidak menyukainya.
Setiap lagu pasti berisi tema-tema tertentu. Ada tema perjuangan (biasanya terdapat pada lagu-lagu kebangsaan), tema percintaan, dan lain-lain. Tema inilah nantinya yang akan merepresentasikan isi pesan dari lagu tersebut. Ada juga lagu yang sulit ditebak temanya. Dan pastinya, isi pesan dari lagu tersebut tidak dapat dimaknai. Contoh lagu yang seperti itu adalah lagu dengan syair atau lirik yang tidak menentu, kadang bercerita tentang ini, kemudian bercerita lagi tentang itu. Ada pula lagu dengan syair teracak. Kebanyakan lagu-lagu demikian muncul pada band-band instant, dengan vokalis yang instan pula. Di Negara kita, Indonesia, masih banyak terdapat kasus seperti itu. Oleh karena itu, para pembuat lagu sebaiknya konsisten pada satu pesan yang ingin disampaikannya. Satu pesan yang baik, akan indah bagi pendengar dan penikmat lagu atau music.
Dalam membuat lagu, seharusnya kita melihat terlebih dahulu kondisi perkembangan zaman yang ada. Kita sekarang ini tengah berada pada zaman modern, yah tentu lagunya harus tidak ketinggalan zaman donk begitu juga pada musiknya. Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah keadaan pasar music pada tempat dimana kita berada. Kita bisa mengambil contoh pada pasar music Indonesia. Dalam konteks ini, kita harus melihat genre lagu apa yang sedang naik daun saat ini. Dari hasil pengamatan kita tersebut, maka kitapun akan membuat lagu dengan genre yang demikian namun dengan kolaborasi music dan lirik yang berbeda. Hal yang terakhir yang perlu kita perhatikan dalam membuat lagu adalah kondisi atau situasi yang sedang terjadi dalam kehidupan saat itu. Yang dimaksudkan disini adalah misalnya ketika kondisi suatu Negara ataupun daerah pada saat itu tengah terjadi korupsi besar-besaran, maka jika kita membuat suatu lagu yang isi pesannya adalah tentang korupsi, maka yakin dan percaya lagu kita tersebut akan naik daun.
Itulah beberapa saran penting dalam pembuatan lagu, semoga degan menjalankan tiga hal tersebut, lagu kita akan selalu dinikmati oleh masyarakat, dan pastinya akan indah didengar.
Label:
Art



