Home » Archives for Juli 2013
Ada air matamu
Tersimpan dibalik pintu itu
Ketika aku mengikat tali sepatu
Kemudian berlalu
Aku ingat kala itu
Kau tabur tuba di hatiku
Kemudian jiwamu sendu menatapku
Tapi kau tetap luka di mataku
Kini hari telah beribu
Dan air matamu masih di pintu
Aku tahu, kau ingin sapu tanganku menyudahi itu
Tapi batinku tak mau
Ma’afkan aku
Hatiku terlanjur membatu
A M Lumbon
Saya pernah penulis puisi untuk seorang teman yang sedang berulang tahun di Juni kemarin. Puisi itu tergolong spesial, dan sekalipun sederhana, puisi itu punya makna bagi saya. Puisinya seperti berikut:
Merona,
Merekah merona
Kuncup-kuncup bunga
Wajahmu seperti bunga
Memesona
Merekah memesona
Taman-taman surga
Harimu bak di taman surga
_A M Lumbon.
Menangis
Teriris tipis-tipis
Kata-katamu yang manis
Oh aku menangis
Tak bisa menepis
Pandanganmu yang sinis
Oh sadis